Allah selalu ada di sisi kita, bahkan saat kita melupakan-Nya

Review Teman Imajinasi

Judul: Teman Imajinasi

Penulis: Andam D. Saptiar

Penerbit: de Teens

Penyunting: Zydnee Qairin Khadafi

Tebal: 196 halaman

ISBN: 978-602-391-183-7

Blurb

Hana ditimpa banyak masalah. Ia frustasi. Namun, ada suara tak bersosok senantiasa menghibur dan memotivasinya. Suara itu membuat Hana dapat bangkit dari keterpurukan. Setia menemani saat Hana membutuhkannya.

“Bagaimana bisa? Kamu adalah aku, dan apakah itu berarti aku adalah kamu? Kamu hidup di dalam diriku dan mempengaruhi semua kehidupanku. Aku tidak pernah merasa mengundangmu untuk datang, tapi kenapa kau hadir dalam kehidupanku?”

Review

Manusia hidup memang tidak terlepas dari masalah. Begitupun dengan Hana, gadis yang menjadi harapan keluarganya untuk sukses, khususnya di bidang akademik. Ternyata menjalani kehidupan bagi Hana tidak mudah, apalagi bebannya pada skripsi serta kegiatan lainnya. Hal itu membuatnya sering menyendiri dan menanggung beban sendirian.

Di balik kondisinya seperti itu, Hana kemudian berinteraksi dengan suara tak bersosok. Lahir ketika Hana sedih, bingung dan sendiri. Berdialog dengan suara saja tanpa ada wujud memang akan tampak aneh dan boleh jadi dianggap gila. Dan itu tidak diinginkan Hana hingga kedua sahabatnya, Nita dan Finda berusaha membantu Hana menjauh dari suara tersebut.

Usaha Nita dan Finda pun berhasil. Hana sibuk dengan beragam aktivitas. Suara itu tidak lagi datang dan menjadi teman maya Hana setiap waktu. Tetapi, keberhasilan Hana ternyata tidak paripurna. Saat sendiri dan mendengarkan lirik lagu dari sebuah band ternama, Hana kembali merasakan kerinduan luar biasa terhadap suara tak bersosok.

Hana akhirnya benar-benar berteman lagi dengan suara itu. Bahkan suara itu tampil dengan sosok pria dan diberi nama “Ajin”. Ajin menemani Hana meskipun hanya mampu dilihat dan dirasakan kehadirannya oleh Hana saja. Hana pun mampu tampil seolah-olah Ajin benar-benar nyata di sampingnya.

Lalu, apakah Hana benar-benar gila? Apakah Fita dan Ninda kembali membantu sahabatnya?

Buku Teman Imajinasi ini ber-genre religi, tepatnya religi untuk kaum remaja. Ditulis dengan cerita yang mendebarkan dan diakhiri dengan adegan yang tidak terduga oleh saya sebelumnya.

[Blogtour & Giveaway] Teman Imajinasi

Blogtour Teman Imajinasi

Bahagianya rasanya karena kali ini dipercaya sebagai host Blogtour sekaligus memberikan giveaway juga. Sepertinya sudah lama saya tidak membagi-bagikan kebahagiaan. Blog ini juga butuh untuk diisi terus agar tidak menjadi blog penuh debu dan using, hehe.

Nah, pasti teman-teman juga penasaran ingin membaca nasib Hana, usaha Fita dan Ninda serta si Ajin kan? Kalau memang iya, saya ada 1 (satu) eksemplar buku Teman Imajinasi untuk 1 (satu) orang yang beruntung.

Caranya mudah, cukup ikuti langkah-langkah berikut:

Menurut kamu, Memiliki Teman Imajinasi itu Baik atau Buruk? Berikan alasannya!

  • Jawaban ditulis melalui komentar pada postingan ini dengan format:

Jawaban:

Nama:

Akun Twitter:

Akun Facebook:

Link Share:

  • Giveaway berlangsung pada tanggal 15-21 Agustus 2016.
  • Pemenang akan diumumkan pada tanggal 22 Agustus 2016.

Nah, mudah sekali bukan? Saya tunggu partisipasinya ya.

PEMENANG

@kwardani_retno

Mohon untuk DM saya di Twitter @amma_chemist ^_^

ABOUT THE AUTHOR:

< Previous Article
Next Article >

19 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. Orion August 15, 2016 at 5:02 pm - Reply

    Setiap sesuatu pasti ada baik dan buruknya. Begitu juga mempunyai teman imajinasi. Mau baik atau buru dulu nih?😂Baiknya adalah kita jadi mempunyai tempat untuk curhat yang sudah pasti bisa dipercaya dan tidak akan membocorkan rahasia, sehingga kita tidak perlu mengumbar-umbar masalah kita kepada orang lain. Buruknya adalah dia akan terlihat seperti orang yang depresi, terkadang suara-suara dari teman imajinasi juga bisa mengganggu kita.
    Yang tadi saya sebutkan hanya menurut saya, entah bagaimana menurut yang lain.

    Nama : Ditania
    Akun twitter : ditaniar_andini
    Akun facebook : Ditania Rakhma
    Link share : https://mobile.twitter.com/ditaniar_andini

  2. Della salsabila August 15, 2016 at 8:35 pm - Reply

    Jawaban : hmm punya teman imajinasi??? Omg pasti seruu banget!!!😍😍 disaat saya bingung ingin curhat dengan siapa, sudah ada teman imajinasi yang siap mendengarkan curhatan saya. Disaat saya lagi ngedown karna sesuatu, sudah ada teman imajinasi yg akan siap menghibur saya. Disaat saya sedang bete dikamar sendirian, sudah ada teman imajinasi yang akan siap menemani saya. Aaaaa pengen deh punya teman imajinasi kayaknya seruuu bgt!!! Nb; saya orangnya penutup+pendiam kalo sedang ada yang tidak enak dihati/masalah saya engga pernah cerita ke siapa2 apalagi kalo ada masalah yg pribadi bgt, saya gasanggup cerita ke sahabat/ortu. Nah kan kalo saya punya temen imajinasi kan enak tuh bisa curhat dengan bebas tanpa perlu khawatir. Apalagi kalo temen imajinasiku cogan ehh wkwkwkk. itu mah bonus kali yaa haha😁

    Nama: della salsabila
    Twitter : @dellasalsbl
    Fb : della salsabila
    Link share : https://twitter.com/dellasalsbl/status/765285513968295938

  3. YENI RAHMAYANTI August 15, 2016 at 11:02 pm - Reply

    Dari pengalaman yang dialami kakak kelas aku waktu SMA,menurutku itu bisa jadi dampak negatif bagi anak yang punya Teman imajinasi.Anak yang punya teman imajinasi itu cenderung membatasi interaksi sosialnya dengan orang lain.Selain itu,orang akan beranggapan bahwa ia orang yang ‘aneh’ karena sering bicara sendiri.Padahal,dia sedang bicara dengan teman imajinasinya.Teman imajinasi juga bisa menjadi pengganggu ketika sedang melakukan berbagai aktivitas.Seperti mengganggu ketika orang itu sedang membaca atau belajar.Kadang teman imajinasi juga tidak mau pergi ketika sedang mengganggu.Jadi menurutku,punya teman imajinasi itu buruk karena beberapa alasan tersebut.

    Nama : YENI RAHMAYANTI
    Akun Twitter : @yennyrahma_13
    Akun Facebook : Yenny Rahmayanti
    Link Share : https://mobile.twitter.com/yennyrahma_13/status/765311565528784896?p=v

  4. Silvy August 16, 2016 at 2:35 am - Reply

    Jawaban : Memiliki teman imajinasi bisa baik, juga bisa buruk. Menurut aku, baiknya adalah kita engga merasa kesepian, meskipun ia semu. Kita juga bisa merasa lebih baik dan secara engga langsung merasa bahagia dan senang karena merasa didengar, diajak bicara dan dimengerti. Teman imajinasi juga bisa memotivasi, ketika semua orang pergi. Aku sendiri lebih memilih punya teman imajinasi ketimbang teman real yang pada akhirnya meninggalkan, atau lebih baik daripada mengklaim sahabat orang lain sebagai sahabat aku. Mending sendiri, bicara pada teman imajinasi yang sejatinya berasal dari diri sendiri. Dengan begitu, kita bisa mengenal diri sendiri lebih baik dan terbiasa mandiri. Bukan menyendiri, tapi kadang bersama teman imajinasi waktu terasa lebih berarti. Biasanya teman imajinasi muncul dimasa-masa solitude atau sendiri, itu bisa mengarahkan kita untuk memahami diri sendiri lebih baik. Sedangkan sisi buruknya, orang-orang akan mulai menilai diri kita freak karena lebih senang sendiri dan kadang menangkap basah saat kita sedang bicara pada teman imajinasi. Dan selanjutnya, ini bisa saja mengadiksi dan menjadikan diri sendiri sebagai introvert.

    Nama : Silvy Rianingrum
    Akun twitter : @berryfledge
    Akun facebook : Silvy Rianingrum
    Link share : https://twitter.com/berryfledge/status/765373936460636161

  5. rini vir90 August 17, 2016 at 8:41 am - Reply

    Jawaban:

    Punya teman imajinasi itu ada dampak baiknya atupun buruknya, itu definisi menurut kamusku. Tapi kalau sudah di bandingkan dari keduanya, yang terjadi, akan banyak dampak buruknya ketimbang baiknya. kok bisa? Ya, Karena, sesuatu yang ada dalam imajinasi, belum tentu seperti sebenarnya, malah imajinasi itu sesuai dgn kehendak orang yg berimajinasi. Bukan Asli atau real dari dunia sesungguhnya. Teman imajinasi pun termasuk, salah satu hal yg nggak baik buat manusia. Akibatnya, bisa fatal, dan merusak sistem saraf alias mental, itu, salah satu yang pernah aku ketahui di ilmu psikologis. Bisa googling untuk jelasnya. (Catatan :Oke, berandai-andai emang boleh sih, asal yg positif,logis,dan tidak terlalu berlebihan.)

    NB: Kalau hidupmu terus-terusan berdejatan dengan teman imajinasi, kau bakalan kesulitan menghadapi teman2mu di dunia nyata.

    Nama: Rinita
    Akun Twitter: @RinitAvyy
    Akun Facebook: Rinita Wiyono
    Link Share: https://mobile.twitter.com/RinitAvyy/status/765826202678415360?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4455748214

  6. Rani R Tyas August 18, 2016 at 5:54 am - Reply

    Mempunyai teman imajinasi bisa berdampak baik juga buruk.
    Sisi baiknya, kita bisa cepat sadar diri atas ucapan dan tindakan kita jika ada sesuatu yang menyimpang.
    Sisi buruknya, kesulitan mendapatkan teman nyata bisa saja terjadi jika kita terus mendengarkan pendapat teman imajinasi kita, apalagi jika usia kita sudah termasuk usia dewasa.
    Hanya saja, kita tidak pernah tahu bahwa teman imajinasi kita adalah benar-benar teman imajinasi atau dia adalah jin yang selalu berusaha mempengaruhi kita.
    Sebagai manusia yang telah diberi akal pikiran juga hawa nafsu seharusnya kita sanggup memilah-milah mana saran yang sekiranya terbaik atau kurang baik untuk diri kita sendiri atau juga untuk orang lain. Karena hidup tidak hanya untuk mementingkan diri sendiri, kita juga butuh orang lain.
    Banyak-banyak berdoa saja jika memang itu teman imajinasi ataupun ternyata adalah sesosok jin, berdoalah semoga dia membawa kebaikan untuk pribadi kita dan tidak merugikan orang lain.

    Nama : Rani R Tyas
    FB : Rani R Tyas
    Twitter : @RaniRTyas
    Link share : https://twitter.com/RaniRTyas/status/766145632335724544

  7. lianny hendrawati August 18, 2016 at 7:02 am - Reply

    Jawab:

    Mempunyai teman imajinasi menurutku ada 2 sisi, bisa berakibat buruk dan baik.
    Baik jika teman imajinasi itu mendorong kita untuk melakukan hal-hal positif contohnya membangkitkan semangat, bangkit dari keterpurukan dsb. Baik, jika teman imajinasi kita membuat pribadi kita lebih baik dari sebelumnya.

    Yah, sesekali mungkin kita perlu waktu untuk menyendiri, merenung dan berbicara dengan teman imajinasi yang tak lain sebenarnya adalah hati kita sendiri. Think positif maka semua akan baik-baik aja.

    Tapi di sisi lain, gimana kalo teman imajinasi kita itu terlalu menguasai dan “menyuruh” kita melakukan hal-hal yang negatif? Duh, jadinya malah akan berakibat buruk jika akhirnya kita tak bisa mengontrol diri kita sendiri? Terlalu banyak menghabiskan waktu dengan teman imajinasi juga nggak baik, kita jadi menjauh dengan dunia luar, menjauh dari kenyataan.

    Jadi? Sah2 aja punya teman imajinasi sepanjang dia membawa efek positif dalam hidup kita. Jika sebaliknya, maka lebih baik dia kita tinggalkan. Toh kita hidup di dunia nyata, bukan khayalan. Jika mau
    mengeluarkan uneg2 dan perasaan, lebih baik curhat aja dengan sahabat sejati, Dia Sang Maha Pencipta.

    Nama: Lianny Hendrawati
    Akun twitter : @lianny
    Akun Facebook : Lianny Hendrawati
    Link share : https://twitter.com/lianny/status/766128869753577472

  8. Melsyana August 18, 2016 at 12:46 pm - Reply

    Jawaban :
    kalau menurut saya memiliki teman imajinasi itu ada baiknya dan ada buruknya, kalau baiknya yaitu saya mempunyai teman yang setia dengan saya, tidak menusuk saya dari belakang, walau hanya hayalan. Selalu memberikan saya masukkan atau saran kalau saya sedang membutuhkan saran dari seorang teman. Saya bisa mempercayainya untuk menyimpan rahasia saya atau masalah saya dari orang lain, tidak seperti teman atau sahabat di dunia nyata yang terkadang menusuk temannya dari belakang.

    Sedangkan dampak buruknya yaitu kita selalu menghayal yang tidak-tidak, karna teman imajinasi itu tidak nyata, terkadang jin atau syaitan yang kita anggap teman imajinasi, sebagian dari mereka ada yang menjerumuskan kita ke jalan yang salah. Kita selalu suka menyendiri.
    Nama : MELSYANA
    Akun Twitter : @melsybumsso
    Akun FB : Melsyana
    Link Share : https://twitter.com/melsybumsso/status/765918739451830272

  9. Reni judhanto August 20, 2016 at 8:19 am - Reply

    Teman imajiner itu ga bagus utk orang2 yg sdh dewasa, krn kehadiran teman imajiner itu selalu pada saat2 seseorang down. Kehadiran teman imajiner lama2 akan membawa seseorang lari dari dunia nyata. Lebih baik berteman dg orang2 dari dunia nyata dan jika sdg down lebih baik berserah saja padaNYA, karena hanya DIA lah Sang Maha Penolong. Sementara teman imajiner bukannya membantu keluar dr masalah namun semakin membenamkan kita pada masalah yang lebih besar.

    Nama : Reni Judhanto
    Akun twitter :@ReniJudhanto
    Akun facebook : Reni Judhanto
    Link share : https://twitter.com/ReniJudhanto/status/766911889351651328

  10. Yohana August 20, 2016 at 10:20 am - Reply

    Jawaban: Teman imaginasi itu buruk.Kenapa ? Yang namanya imajinasi itu adalah unreal. Mereka hanyalah bayangan ilusi dalam pikiran kita. saya tidak setuju jika seseorang memilki teman imajinasi. Teman imajinasi tidak bisa di kontrol, kita bisa terpengaruh dengan imajinasi bahkan imajinasi yang akan mencelakai kita sendiri. Baik bisikan, nafsu, kejahatan. Kita hanya butuh keyakinan yang teguh dan usaha supaya kita tidak terus berimajinasi. Kalau kita berimajinasi, kapan kita akan menyiapkan pekerjaan kita? Jadi teman imajinasi itu buruk karna pikiran kita terus hidup dalam bayang-bayang imajinasi sementara badan kita hidup

    Nama: Yohana

    Akun Twitter: @MrsSiallagan

    Akun Facebook: Yosil Siallagan

    Link Share: https://twitter.com/MrsSiallagan/status/766942083215036420

  11. Awanda Rohma August 20, 2016 at 11:23 am - Reply

    Punya teman imajinasi itu ada sisi baik dan juga sisi buruk. Sisi
    baiknya itu kita bisa punya teman yang bisa kita curhatin tanpa takut
    rahasia itu sampe ke telinga banyak orang jadi kita gak akan merasa
    kesepian. Nah sisi buruknya itu kalau udah terlalu yakin sama
    keberadaan teman imajinasi itu bisa-bisa membuat orang tersebut
    depresi sendiri karena dalam kenyataannya teman imajinasi itu tidak
    ada dalam kehidupan nyata, dalam lingkungannya bisa jadi dia malah
    dianggap gila. Jadi kalaupun punya teman imajinasi itu boleh saja tapi
    jangan sampe kehilangan akal, harus tetap ingat bahwa dia gak ada
    dalam dunia nyata dan tahu cara menempatkan diri antara dunia nyata
    dan juga dunia imajinasi agar tidak terlalu meyakininya dan tidak
    terjadi hal-hal yang tidak di inginkan seperti dijauhi lingkungan
    sekitar, depresi, kehilangan akal sehat, atau bahkan sampe
    membahayakan diri sendiri dan orang lain.

    Nama: Awanda Rohma
    Akun Twitter: @wandhapratiwi
    Akun Facebook: Awanda Rohma
    Link Share: https://twitter.com/wandhapratiwi/status/766926868670926848

  12. Dea Septiana Putri August 21, 2016 at 4:23 am - Reply

    Jawaban: Menurut saya, mempunyai teman imajinasi itu buruk. Selain karena pertanyaannya baik atau buruk, sehingga harus memilih baik atau buruk tetapi juga karena mempunyai teman imajinasi membuat kita melupakan fungsi sebagai manusia sosial yang membutuhkan orang lain. Apalagi jika kita curhat dengan teman imajinasi, bagaimana jawaban dari keluh kesah kita? Ya kalau memang baik tidak masalah tapi jika malah menjerumuskan kita ke perbuatan yang berdosa, bukan teman yang sebaiknya kita miliki. Jika sedang sedih, bingung apa merasa ‘down’ lebih baik curhat kepada-Nya daripada teman imajinasi yang kita sendiri juga masih meragukannya.

    Nama: Dea Septiana Putri

    Akun Twitter: @dea_putriana

    Akun Facebook: Dea Septiana Putri

    Link Share: https://twitter.com/dea_putriana/status/767213307660935168

  13. Silviana Noerita August 21, 2016 at 1:36 pm - Reply

    Baik. Haha. Soalnya kalau punya kawan imajinasi kita gak akan kesepian. Kayak aku nih dari kecil kalau lagi sendiri suka ngomong dan jawab sendiri semacam memberi semangat pada diri sendiri kalau lagi hopeless, dan tak jarang meratapi nasib. Asalkan gak lupa dengan kehidupan nyata.

    Nama: Silviana

    Akun Twitter: @silviananoerita

    Akun Facebook: Silviana Noerita

    Link Share: Lihat Tweet @silviananoerita: https://twitter.com/silviananoerita/status/767354235134447616?s=09

  14. Sariwidiarti August 21, 2016 at 1:39 pm - Reply

    Teman imajinasi baik loh, waktu kecil punya teman imajinasi, abstrak Gitu sih bayangin teman imajinasi, kadang2 bentuk Winnie the Pooh, kadang2 bentuk karakter Disney yang peri itu. Karena teman imajinasi, Jadi nggak sepi (karena di Rumah sendiri). Bikin pikiran semakin kreatif, kan mainnya terserah imajinasi kita 😀

    Nama : Sari widiarti
    Akun Twitter : @MentionSari
    Akun Facebook: Sari widiarti
    Link share : https://twitter.com/MentionSari/status/767352964931399680

  15. Nining August 21, 2016 at 1:47 pm - Reply

    Jawaban:
    Kalo dari pengalaman saya sih, memiliki teman imajinasi itu BURUK.
    Kenapa?
    Karena tanpa kita sadari, dengan intensitas yang sering. “Kontak bathin” dengan teman imanjinasi ini, bisa berdampak ketergantungan yang nggak lazim. Contoh, saat saya sedih…saya akan lebih merasa nyaman kalau teman imajinasi ini ada dengan menyediakan waktunya untuk saya. Sehingga saya merasa tersugesti, sedikit-dikit merasa sedih, galau, bimbang pasti datangnya ke teman ini. “Ssst, saya sediiih. Kudu gimana nih?” errrr bisa kalian bayangin kan?

    Dan saya sampai pada titik terlemah, saat saya akan dipisahkan dengan teman imajinasi tsb. Saya bahkan menitikkan air mata, tapi nggak merasa sedih. Aneh kan? Semacam terhipnotis. Bukan Uya Kuya doang yang bisa lenghipnotis halah.

    Nah, makanya buruk untuk saya dan sebaiknya sebagai hamba Tuhan. Kita sudah seharusnya berkeluh kesah denganNya aja. Bukan dengan makhluk Tuhan yang ntah sopooo iku haha.

    Nama: dwi sari
    Akun twitter: @ki_seki
    Akun facebook: Dwi Sari (nining)
    Link share:
    https://twitter.com/Ki_seKi/status/767356297570230273

    Terima kasih ^^

  16. Retno kusuma wardani August 21, 2016 at 3:32 pm - Reply

    Menurut saya teman imajinasi itu bagusnya kalau untuk mengarang fiksi saja… biar feelnya kuat agar menghasilkan karya fiksi yang “kuat” juga. Tapi kalau untuk kehidupan nyata, menurut saya kok kurang baik ya… karena seperti berdialog dengan diri kita sendiri. Sedangkan kita sebagai manusia pastinya kemampuan berpikir terbatas, pengetahuan terbatas. Apabila kita berdialog dengan teman imajinasi ketika akan mengambil keputusan, jangan jangan yang menang adalah nafsu kita yang menyamar sebagai teman imajinasi….
    Kalau masih remaja sebaiknya cari orang yang bisa dipercaya untuk curhat… , curhat pada Allah juga asyik, ga akan disebarin ke siapa-siapa, Allah tidak akan pernah meninggalkan kita. Kita pasti akan diberi petunjuk kalau kita meminta. Atau kalau butuh saran/temen curhat yang bisa menepuk pundak atau tersenyum sambil mendengar curhatan kita, keluarga adalah tempat yang terbaik.
    Sibukkan diri dengan kegiatan positif, bina hubungan baik dengan orang2 terdekat, pasti teman imajinasi itu tidak akan datang lagi…
    Nama:Retno Kusuma Wardani
    Akun FB : Retno Kusumawardani
    Akun twitter :@kwardani_retno
    Link share https://mobile.twitter.com/kwardani_retno/status/767382576667426816

  17. Rini Cipta Rahayu August 21, 2016 at 3:34 pm - Reply

    Teman imajinasi menurutku punya sisi baik dan buruknya. Bagi mereka yang introvert dan memiliki daya imajinasi yang kuat, teman imajinasi itu dianggap ‘sahabat terdekat’ yang bisa memahami mereka. Kadang yang introvert itu suka susah bergaul, nggak bisa nyambung sama lingkungan bahkan sering menganggap mereka aneh sehingga keberadaan teman imajinasi bisa sedikit membuat si introvert jadi lebih membuka diri. Tapi jangan sampai kelewatan, yaah maksudnya jangan sampai si teman imajinasi ini dibawa ke dunia nyata. Anggapan orang-orang akan beragam, mungkin ada yang menganggap kesehatan mental bermasalah. Teman imajinasi menurutku adalah sosok lain dari diri kita yang bisa kita ajak berbagi. Jadi keberadaannya juga semakin membuat kita memahami diri kita sendiri. Orang cerdas itu biasanya suka ngomong sendiri lho. Mungkin seperti itulah rasanya punya teman imajinasi. Seru, kita bisa menciptakan dunia yang tidak kalah menariknya dari kehidupan kita di bumi.

    Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Rini Cipta Rahayu
    https://twitter.com/RiniCipta/status/767380679067787265

  18. Humaira August 21, 2016 at 4:01 pm - Reply

    Menurut kamu, Memiliki Teman Imajinasi itu Baik atau Buruk? Berikan alasannya!

    Semua hal tentunya punya efek samping, entah itu baik atau buruk sekalipun. Baiknya, kita melatih daya imajinasi kita. Mengembangkan suatu atau banyak hal yang tidak bisa direalisasikan dalam kehidupan nyata, seperti mencari kebahagiaan dengan cara lain. Buruknya, kadang jika sudah terlalu berlarut-larut dalam dunia dan teman imajinasi, kehidupan dunia nyata jadi terpengaruhi dengan kehidupan kita di dunia khayal. Memasukan apa yang kita khayalkan ke kehidupan sehari-hari, merasa teman imajinasi itu ada dan membuat kita secara tidak langsung sulit membedakannya. Jika sudah seperti ini, bahaya juga, 2 kehidupan dalam satu waktu.

    Maka dari itu kenapa dalam agama dilarang berkhayal, efek sampingnya bahaya. Tapi, balik lagi ke diri sendiri, selama bisa mengontrol dengan baik dan bisa membatasi diri antara dunia khayal dan dunia nyata, sah-sah aja.

    Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Akun Facebook : Humaira Balfas
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/767385950678683649?p=v

  19. Ana Bahtera August 21, 2016 at 4:13 pm - Reply

    Jawaban:
    memiliki teman imajinasi itu akan baik jika tidak secara berlebihan. Teman imajinasi akan bisa mengerti kita dan kita selalu bisa bercerita dan berbagi kisah tanpa harus menentukan jadwal bertemu ataupun takut menganggu. teman imajinasi itu pikiran kita akan sesorang yang ada dikala kita snagat membutuhkannya. yang harus diingat tidak terus selalu berteman dengan teman imajinasi dan melupakan teman kita di dunia nyata

    Nama:

    Akun Twitter:

    Akun Facebook:

    Link Share:

Leave A Response