[Reading Challenge MFF Februari 2016] The Photographer, Cahaya untuk Hati yang Berani Tertatih –

[Reading Challenge MFF Februari 2016] The Photographer, Cahaya untuk Hati yang Berani Tertatih

Judul: The Photographer, Cahaya untuk Hati yang Berani Tertatih

Penulis: Endang SSN

Editor: Vita Brevis

Penerbit: de TEENS

Tebal: 260 halaman

ISBN: 978-602-296-085-0

 

Blurb

“Ayah nggak keberatan kamu merasakan seperti apa fotografi, tapi bukan untuk jadi cita-cita. Apalagi jalan hidup. Fotografi nggak akan pernah memberi kamu apa-apa!”

Larangan sang ayah tak menyurutkan tekad Rasta untuk tetap memotret. Banyak yang harus dikorbankan Rasta untuk mengejar mimpinya menjadi fotografer.

Apakah impiannya berhasil terwujud? Atau pengorbanan Rasta tak sebanding dengan kenyataan yang ia hadapi.

Ikuti kisah sang fotografer, pengarsip kejadian di balik lensa, hingga zaman berganti dengan cerita akan berulang atau terhenti.

Review

Yuhuuu… tahun 2016 saya sudah “resign” dari PJ Reading Challenge di MFF. Namun bukan berarti saya benar-benar meninggalkannya. Saya sadari bahwa untuk fulltime di MFF sangat sulit karena banyaknya kesibukan di dua dunia (*sok sibuk). Dan dunia nyata memang sangat menyita waktu karena harus terus berada di samping anak yang sedang aktif-aktifnya.

Yuk, kita mulai saja review-nya. Nanti malah jadi panjang curcolnya, hehe…

Kesan yang Kamu Harapkan Saat Membaca Bukunya

Karena sudah sering bahkan menjadi loyal reader dari buku-buku Endang SSN, maka saya pun berharap buku ini mampu memunculkan sesuatu yang “tak disangka” dalam alur ceritanya. Yap, gaya Endang SSN menulis memang kebanyakan seperti itu. Membaca satu dua kali bukunya, mungkin masih kaget. Tetapi setelahnya, termasuk buku ini, saya berharap yang sama.

Kesan yang Kamu Dapatkan Setelah Membaca Buku Ini

Nah, benar dugaan saya. Ending SSN memunculkan kisah sekaligus menjawab rasa penasaran saya mengapa ayah Rasta tidak ingin Rasta menjadikan fotografi sebagai jalan hidup.

Intisari dari Buku Tersebut Apa Saja

Rasta adalah anak pertama dari Pak Hernowo. Kakak dari Raja ini memiliki hobi fotografi. Kehadirannya yang selalu dibanggakan oleh sang ayah mengusik hati dan pikiran Raja. Rasta pun tak pernah mengerti mengapa sikap Raja begitu dingin dan sangat membenci keberadaan Rasta. Padahal, sang ayah pun tak pernah membedakan mereka bagai langit dan bumi.

Konflik demi konflik mulai terjadi saat Rasta benar-benar harus memutuskan segala sesuatu dalam hidupnya. Mengorbankan keluarga dan harapan sang ayah menjadi sesuatu yang harus dihadapi akibatnya sendiri.

Apakah Rasta mampu untuk melaluinya? Lalu bagaimana dengan Raja menyikapi Rasta dengan keputusannya? Yuk, buruan beli dan baca, hehe…

Tokoh-Tokoh yang Ditonjolkan dari Buku Tersebut. Dan Menurut Kamu, Karakter Mereka Bagaimana?

Di sini ada 4 yang menonjol, yaitu:

  • Rasta; sosok pemuda yang sangat mencintai dunia fotografi, ambisius dan tak kenal menyerah
  • Raja; sosok pemuda yang terlalu baper (bawa perasaan) melihat Rasta dan dunianya
  • Pak Hernowo; sosok lelaki paruh baya yang memaksakan kehendak, rapuh terhadap masa lalu
  • Ian; sosok pemuda yang memiliki hobi sama dengan Rasta, pemimpi, semangat, motivator dan pekerja keras

Bagaimana Alur Ceritanya?

Kalau menurut saya, penulis menggunakan alur maju-mundur

Kamu Greget dengan Endingnya? Apa Sesuai Harapanmu?

Hmm… lumayan sih karena menguak sebuah alasan sikap. Tetapi, saya lebih senang kalau ending-nya Rasta buka kursus pelatihan fotografi. Eh, itu sih karena saya terlalu ngarep Rasta nyata jadi saya bisa belajar juga (*pamer kamera DSLR yang baru keluar dari service center) 😀

Apa Manfaat yang Kamu Peroleh dari Membaca Buku Tersebut?

Tahu banyak soal fotografi. Bahwa fotografi bukan hanya sekedar kepekaan melihat dan memainkan cahaya, tetapi bagaimana peka dengan keadaan. Memandang sesuatu dari segala sisi.

Kalau Kamu Ditakdirkan untuk Bertemu dengan Penulisnya, Apa yang Kamu Ingin Sampaikan Padanya, Berkaitan dengan Bukunya yang Telah Kamu Baca

Kebetulan sudah sering bertemu di acara-acara kepenulisan beberapa tahun lalu. Bahkan kadang kontak via BBM dan email. Saya hanya ingin menyampaikan, teruslah menulis dan jangan lupa kalau bukunya terbit ingat saya untuk me-review-nya, haha *modus banget ini mah…

Berapa Ratingmu untuk Bukunya?

Always 4 from 5 stars for her books…

NB:

Buku ini memang diberikan (dikirimkan tepatnya) oleh Endang SSN, penulisnya sendiri pada akhir Agustus 2015 lalu.

Tags: , , , ,

ABOUT THE AUTHOR:

Next Article >
Review TKP Bicara

1 Comment on this article. Feel free to join this conversation.

  1. Ahliah Citra March 1, 2016 at 6:29 am - Reply

    Buku keren nih. Ya ampun, pengen bgt belajar jepret2. Apa daya modal kepepet. *curcol

Leave A Response