Bagi segala sesuatu yang kau lewatkan, kau akan mendapatkan sesuatu yang lain (Ralph Waldo Emerson)

Review Buku: Jomblo Prinsip atau Nasib

Judul: Jomblo Prinsip atau Nasib

Penulis: Riawani Elyta, Ade Anita, Anita Marzela, dkk

Editor: Ayu Wulandari

Penerbit: Indiva

Tebal: 168 hal, 19 cm

ISBN: 978-602-1614-49-5

Hmmm… membaca kata “jomblo” sudah membuat lidah kelu untuk kemudian mengucapkannya. Bukan karena kata ini akan menimbulkan bunga api dari dalam mulut. Hanya saja kata ini begitu sensitif bagi yang menjalaninya dengan galau. Status satu ini memang menarik jika dijadikan topik diskusi atau debat sekalipun. Sebab, ada beberapa hal yang penting untuk dikaji.

Beruntunglah ada Riawani Elyta, dkk yang mengangkat kisah-kisah seputar para jomblo dalam buku Jomblo Prinsip atau Nasib. Buku ini merupakan kumpulan kisah jomblo, ada 12 kisah yang dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

Ya Jomblo, Ya Nasib

  1. Terima Kasih, Pernah Mampir dalam Hidupku
  2. Antara Nasib dan Prinsip
  3. Nasib atau Syukur?
  4. Jomblo itu Kesempatan
  5. Tentang Waktu
  6. No Woman No Cry

Saya Jomblo, Saya Bahagia

  1. I’m a Jotal (Jomblo Total)
  2. Jomblo Keep Smile
  3. Sibuklah Memperbaiki Diri, Bukan Memikirkan Kapan Jodoh Mendatangi
  4. Bentuk Lain dari Cinta
  5. The Right Man in The Right Time
  6. Jomblo is The Way I Take

Keduabelas kisah jomblo tersebut memiliki daya tarik tersendiri. Hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dengan mudah. Memang harus diakui bahwa membaca buku ini harus memiliki kesiapan hati dan mental. Ya iya, apalagi yang selama ini berstatus jones (jomblo ngenes). Takutya belum habis dibaca secara keseluruhan, bukunya langsung dihempaskan atau malah dibuang *hehe… lebay banget tuh namanya. Sebab, ada pesan yang langsung diutarakan dengan lugas dan jelas. Bahkan boleh jadi kisah-kisah jomblo di dalam buku ini cerminan dari kisah diri sendiri. Ditambah dengan 9 Tips Jomblo yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dan diantara 12 kisah jomblo yang dipaparkan, saya memfavoritkan kisah berikut:

I’m a Jotal (Jomblo Total) yang mengisahkan perjuangan seorang perempuan sampai dia menikah, tak pernah sekalipun melakukan hubungan pacaran dengan lawan jenis. Justru, dia belajar dan mengambil banyak pelajaran pada kisah teman-temannya yang tidak tahan jomblo. Menjadi jomblo total justru menjadi prestasi tersendiri baginya.

Jomblo is the Way I Take yang berkisah tentang seorang pria dengan sabarnya menjadi lelucon karena status jomblo. Keyakinannya bahwa hanya untuk istrinyalah kelak seluruh cinta dan perhatiannya akan diberikan. Dan itu menjadi semangat tersendiri baginya untuk tidak dekat dengan seorang gadis sejak dini.

The Right Man in The Right Time berbicara tentang seorang pemudi yang berprestasi gemilang di usia muda (22 tahun). Semua bisa diraih dengan cepat. Lulus kuliah dan mendapat pekerjaan diraih dengan memanfaatkan waktu muda sebaik mungkin. Dengan jomblo sebagai pilihan, pikiran dan hati menjadi fokus serta mampu berkreasi lebih dan lebih.

Dan setelah membaca buku ini, saya menjadi flashback tentang kisah sendiri. Memang sangat sulit mempertahankan status jomblo. Tantangannya lumayan. Lebih sulit daripada menghadapi penguji siding magister, hehehe… *nanti kalau ada sekuel buku ini, saya coba ajukan naskah (ke-PD-an).

Untukmu wahai para jomblo, tak usah bersedih. Silakan berpegang pada prinsip jika itu membuatmu bahagia dengan status jomblo. Saya rekomendasikan buku ini untuk kalian. Semoga saja bisa memetik hikmah dan tetap berprasangka baik pada takdirNya.

Saya punya 4 bintang dari 5 total bintang yang saya punya untuk buku ini.

ABOUT THE AUTHOR:

Next Article >

1 Comment on this article. Feel free to join this conversation.

  1. Melly Feyadin August 26, 2015 at 3:31 am - Reply

    Wah wah.. Musti beli bukunya klo kayak gini.
    Heheh.. I’am Jomblooo 😀

Leave A Response